A little bit contemplation

Beberapa minggu belakangan ini, saya jadi sering bongkar-bongkar FB. Baca-baca postingan lama sambil nostalgila betapa dulu tingkah saya malu-maluin banget. Dari status FB yang alay, postingan foto gak jelas, sampai gonta-ganti relationship status yang aslinya mah gak pernah ganti sama sekali 😀 Malu-maluin deh. Saya aja malu waktu baca ulang, gimana orang lain? Kalau 10 tahun kedepan saya jadi public figure kan gak banget kalau kealayan saya pas ABG dulu jadi konsumsi publik #ngarep. Bukannya saya nyesel pernah alay kaya gitu (tapi malu….. tetep), karena buat saya, dari situ saya belajar untuk gak alay lagi,  tapi, no one knows, but Allah SWT, what future stores for us. Jadi, sebagai langkah preventif aja, segala hal yang tingkat kealayannya dari 2/5 sudah saya amankan. Cukup jadi konsumsi pribadi saja 😀

Ngomong-ngomong soal postingan, waktu bersih-bersih wall FB kemarin, saya ketemu postingan salah satu teman saya di wall FB saya yang isinya, seingat saya, sukses bikin saya jengkel parah, dulu. Saya jengkel bukan karena isi harfiah dari postingan itu, tapi lebih karena saya merasa diunderestimate. Saya dan teman saya ini punya sejarah obrolan yang agak-agak “kelam”. Jadi wajar aja (menurut saya), saya menganggap postingan dia itu lebih dari sekedar mengejek kealayan saya waktu itu. Kalau soal alay, waktu itu, orang mau ngomong apa ke saya, gak bakal mempan, karena prinsip saya dulu selama saya gak ganggu hak orang lain dengan perkataan atau tingkah saya, who cares what you think of me???. Seingat saya, saya marah karena saya merasa teman saya ini menganggap saya gak bisa mencapai apa yang dicapai teman saya yang lain.

Sebenarnya mungkin wajar teman saya ini punya pandangan kaya gitu ke saya. Secara, 3 tahun sekelas, saya gak pernah bisa masuk 10 besar. Boro-boro masuk 10 besar, gak dapet peringkat terakhir di kelas  aja saya uda syukur banget. Tapi saya gak pernah tau si, pernah apa gak saya dapet peringkat terakhir di kelas, gak berani ngecek soalnya. Kan sesuatu banget kalo dapet ranking 21 dari 21 murid. Uda gak pinter, ditambah lagi sifat  pemalas saya. Jadi paket komplit gitu kan. Mungkin karena itu dia berasumsi seperti itu. Karena apa yang dia lihat. Jadi mungkin gak sepenuhnya salahnya dia, dia beranggapan saya ini gak mampu, sebagian mungkin salah saya sendiri.

Tapi tetap menurut saya, itu bukan alasan buat dia untuk mengaggap orang lain lebih rendah dan gak mampu. Siapa dia bisa tau saya akan jadi apa, bisa apa atau kemana di masa yang akan datang? You cant judge things you have no knowledge about. Mungkin memang butuh waktu lebih lama buat saya untuk mencapai apa yang sudah dicapai teman-teman saya yang lain. Mungkin saya memang harus merangkak untuk bisa ada di tempat saya sekarang ini. Tapi toh sekarang saya ada di sini. Di tempat yang dia pikir, saya gak bisa capai. Mungkin dia benar saya ini gak pintar dan pemalas, tapi dia gak tau saya punya kemauan dan keyakinan. Dia juga gak tau saya punya mimpi. Hanya karena saya gak pengumuman pake toa ke seluruh dunia tentang cita-cita, mimpi dan hasrat saya, buka berarti saya selalu menghabiskan waktu saya untuk beralay ria.

Quote favorit saya. Saya yakin saya bisa, maka di sinilah saya sekarang
Quote favorit saya. Saya yakin saya bisa, maka di sinilah saya sekarang

Rasanya, diremehkan itu luar biasa sekali. Bukan sekali dua kali saya diremehkan karena kemampuan akademis dan pembawaan saya, berulang kali. Mulai dari teman sampai dosen pernah. Gak cuma sedih, marah pun saya rasain karena saya merasa diperlakuin gak adil. Tapi toh pada akhirnya, mungkin saya malah harus bersyukur. Mungkin itu jalan yang diberikan Allah untuk membawa saya ke tempat saya saat ini. Karena kemarahan saya kepada orang-orang yang meremehkan saya, mungkin salah satu faktor yang membuat saya berusaha semakin keras sampai akhirnya saya bisa ada di sini sekarang.

Advertisements

My feels

I’ve been wanting writing something since weeks ago but you know things happened and you just cant ignore them because thats not how we supposed to deal with real life. So yeah finally i’m here writing piece of my mind which this time is about gangster things. Sounds serious dont you think? LOL. But no i’m not going to write anything deep about this topic.

It’s just last night, i fineshed reading a fanfix called Conversation Between Us written by Solangel@Soompi. This girl sure has what it takes to be an awesome writer. I know it! I just know dont ask me how because for sure i dont understand even a shit about professional writing.. LOL. It’s just the way she describes her story, the way she developes her characters, the way she builds everything in her stories totally blow my mind. Im not going to say it’s perfect because in some parts of the stories i feel like she can do better (again dont ask me what because i myself dont know what i am talking about OTL it’s just my feeling saying there’s shuld be more. But in all honesty her work was just briliant imo!! it’s outside some authors who have published their works but with if not “bleh” then “so-so” quality.

Okay back to the gangster thing. So i guess you know the sory must be about gangster things. An ordinary girl was trapped within a game played by 2 leader of famous gangster in Seoul. To cut it short the girl fell for the guy she wasnt supposed to. Of course the other guy was angry because the game was created by him in the first place to get the girl attention. Too bad the girl fell for his rivals. (Nb: if any of you pour soul come across with this post and considering what i write here as summary of the story then please dont!!! im suck at writing and shortening and deciding which part that shoud or shouldnt be included. So please just read the story which i highly recommend o/ btw the author gonna publish it so YAY HARD COPY BABY \o/). And then viola the guy that the girl fell for was killed at the end (i dont mean it to be a spoiler but it is .___. at the end).

From the last one-third of the storiy i already got the feeling he’s gonna be killed. But dang!! when i read it.. suddenly my feels was just in wreak havoc. Why cant the girl have a happy ending with the guy she loves dearly? It’s classic questions because im a sucker of happy ending so you know why. I dont hate the ending it’s beautiful in it’s own way but it just WHY!! i felt the sadness of the heroine after all these two had gone through thats why it’s WHY!!! This is so sad yet it’s beautiful at the same time. i didnt cry when i finished it which is quite surprising for myself because im in my periode and the ending is definitely not what im hoping for. I guess this happens because even after the sad feelings i can also see the beauty of this story.

This story also reminds me of a drama called The outsider i watched years ago. They have similar theme, gangster and same ending in which the lead guy was killed by his enemies. The sad feeling i got after finishing the story got doubled when i remember this drama. At that time i was also in this kind of state. I was so sad the leading guy was killed after he just fixed his relationship with his girlfriend :/. Why all things i watched/read related to gangster things get this kind of ending. I know gangster life supposed be that way, it’s hars full with blood. But cant we get another ending? I know it’s going to make them cliche where the main leads get to live happily ever after which is actually i know im not going to like. But still girl can dream right? 🙂